Artikel

Kumpulan artikel informatif seputar pemerintahan, teknologi, dan layanan publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pilihan Metode Pelatihan di Era New Normal
26 Okt 2020

Pilihan Metode Pelatihan di Era New Normal

Perkembangan teknologi informasi ditingkat global sangat pesat, menyentuh sendi-sendi dan berbagai aspek kehidupan manusia, salah satu pemanfaatan teknologi informasi yang bisa kita lihat adalah yang terjadi didunia pendidikan dan pelatihan. Transformasi metode pembelajaran dari conventional learning method ke electronic learningmethod tidak bisa dihindari lagi, pergeseran dari metode on class ke off class sudah menjadi tuntutan perkembangan didunia pendidikan dan pelatihan di era new normal seperti saat ini. Sejak diberlakukan kebijakan berupa Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) praktis kegiatan publik menjadi serba terbatas, dilingkungan kerja baik instansi Pemerintah, BUMN maupun Swasta memberlakukan work from home (WFH), hal ini dilakukan untuk mencegah resiko penularan covid-19 yang dapat berakibat pada banyaknya pasien hingga berakibat pada kematian dalam jumlah yang tidak sedikit. Pemberlakuan PSBB juga berlangsung pada kegiatan dilingkungan pendidikan dari tingkat pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi dimana kegiatan belajar mengajarnya dilakukan menggunakan sistem daring. Transformasi metode pembelajaran menjadi pilihan bagi penyelenggara pendidikan dan pelatihan, alasan yang paling sederhana adalah efektivitas pembelajaran dan efesiensi anggaran. Metode e-learning sebagai satu metode pembelajaran menjadi semakin dibutuhkan pada saat dunia dihadapkan pada situasi wabah pandemi covid-19, dimana pada kondisi pandemi tersebut pembatasan jarak atau physical distancing menjadi suatu keharusan maka penerapan e-learning pada proses pembelajaran menjadi salah satu opsi atau pilihan. Jika metode pembelajarannya harus menggunakan sistem jarak jauh atau daring, maka metode manakah yang tepat diberlakukan apakah sepenuhnya menggunakan metode e-learning atau metode blended learning?, pada tulisan ini penulis mencoba menggali lebih dalam untuk menganalisa penggunaan metode pembelajaran yang lebih tepat untuk diterapkan, terutama pada pelatihan-pelatihan bagi Aparatur Sipil Negara, baik pelatihan teknis, fungsional, manajerial atau kepemimpinan. Sejak tanggal 11 maret 2020 WHO telah mengeluarkan pernyataan bahwa kasus covid-19 sudah menjadi pandemic, hal ini ditinadaklanjuti dengan penerapan kebijakan oleh negara-negara yang terkena wabah dengan meneraapkan aturan sesuai protokol covid-19. Menyikapi wabah covid-19Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah menerbitkan Surat Edaran berkaitan dengan pelatihan di era pandemi melalui Surat Edaran nomor 10/K.1/HKM.02.3/2020 tentang panduan teknis penyelenggaraan pelatihan dalam masa pandemi COVID-19, surat edaran menjadi juknis agar pelaksanaan pelatihan tetap dilaksanakan tanpa ada kekhawatiran penularan oleh virus corona. Melihat kenyataan kondisi wabah covid-19 kian merebak dan belum ditemukan obat maupun vaksinnya, sedangkan disisi lain pelatihan bagi ASN atau Non ASN harus tetap dilaksanakan maka cara yang tepat adalah menerapkan pelatihan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yakni dengan menerapkan metode E-Learning atau Blended Learning. The American Society for Training and Development/ ASTD ( 2009) (dalam Rusman, 2009) mengatakan definisi e- learning sebagai berikut:“ E- Learning is a broad set of applications and processes which include web- based learning, computer based learning, virtual and digital classrooms. Much of this is delivered via the internet, intranets, audio, and videotape, satellite broadcast, interactive televisi, and CD ROM. The definition of E- Learning varies depending on the organization and how it is used but basically it is involves electronics means communication, education, and training.” Definisi diatas mengatakan kalau e- learning merupakan proses serta aktivitas pelaksanaan pendidikan berbasis website(web based learning), pendidikan berbasis komputer (computer based learning), kelas virtual( virtual classrooms), serta/ ataupun kelas digital(digital classroom). Materi- materi dalam aktivitas pendidikan elektronik tersebut mayoritas dihantarkan lewat media internet, intranet, tape video ataupun audio, penyiaran lewat satelit, tv interaktif dan CD- ROM. Definisi ini pula melaporkan kalau e- learning itu dapat bermacam- macam bergantung dari penyelenggara aktivitas e- learning tersebut serta gimana metode penggunaannya, tercantum apa tujuan penggunaannya. E- Learning mempunyai 4 ciri yang membedakannya dengan pendidikan konvensional, antara lain bagaikan berikut: a. Interactivity( Interaktivitas) E- Learning yang bertabiat interactivity merupakan tersedianya jalan komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung( synchronous), semacam chat ataupun messenger ataupun tidak langsung( asynchronous), semacam forum, mailing list, ataupun novel tamu. b. Independency( Kemandirian) Independency pada E- Learning merupakan fleksibilitas dalam aspek penyediaan waaktu, tempat, pengajar, serta bahan ajar. Perihal ini menimbulkan pendidikan jadi lebih terpusat kepada siswa( student- centered learning). c. Accessibility( Aksesibilitas) E- Learning yang mempunyai ciri accessibility ialah sumber- sumber belajarnya jadi lebih gampang di akses lewat pendistribusian di jaringan internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian sumber belajar konvensional. d. Enrichment( Pengayaan) Ciri enrichment dalam E- Learning merupakan aktivitas pendidikan, presentasi modul kuliah serta modul pelatihan bagaikan pengayaan, membolehkan pemakaian fitur teknologi data semacam video streaming, simulasi, serta animasi.   Bagi Semler( 2005)“ Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face- to- face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on- the- job experience have major drawbacks by themselves. The blended learning approach uses the strengths of each to counter the others’ weaknesses.” Blended learning merupakan suatu kemudahan pendidikan yang mencampurkan bermacam metode penyampaian, model pengajaran, serta style pendidikan, menghadirkan bermacam opsi media diskusi antara fasilitator dengan orang yang menemukan pengajaran. Blended learning pula bagaikan suatu campuran pengajaran langsung( face- to- face) serta pengajaran online, tetapi lebih daripada itu bagaikan elemen dari interaksi sosial. Blended learning ialah pendidikan yang didukung oleh campuran efisien dari metode penyampaian, metode mengajar serta style pendidikan yang berbeda dan ditemui pada komunikasi terbuka diantara segala bagian yang ikut serta dengan pelatihan”. Sebaliknya buat keuntungan dari pemakaian blended learning bagaikan suatu campuran pengajaran langsung( face- to- face) serta pengajaran online, tetapi lebih daripada itu bagaikan elemen dari interaksi sosial ialah: a. Terdapatnya interaksi antara pengajar serta mahasiswa b. Pengajaran juga dapat secara online maupun tatap muka langsung c. Blended Learning= combining instructional modalities( or delivery media), d. Blended Learning= combining instructional methods   Pertumbuhan teknologi yang terus menjadi pesat terus membuat sistem pelatihan ASN di Indonesia lebih baik serta lebih maju menjajaki negeri lain. Sistem pelatihan terus hadapi pertumbuhan dari yang cuma memakai sistem konvensional bergeser ke sistem yang serba digital. Awal mulanya proses pelatihan cuma terjalin di ruang kelas, tetapi saat ini proses belajar mengajar tidak terikat oleh ruang serta waktu. Sistem pelatihan ASN saat ini yang serba digital menciptakan sesuatu tata cara belajar ialah Blended Learning serta E- Learning. Tata cara E- Learning serta Blended Learning telah mulai terkenal di Indonesia. Tata cara E- Learning ataupun Elektronic Learning ialah sesuatu metode dalam proses pelatihan ASN yang memakai media elektronik serta memakai internet bagaikan perantara dalam proses pelatihan tersebut. Sebaliknya Blended Learning merupakan sesuatu metode dalam proses pelatihan yang mencampurkan, mengombinasikan serta memadukan sistem pelatihan konvensional dengan sistem yang serba digital. E- Learning serta Blended Learning mempunyai kesamaan sebab memakai komputer serta internet sebagai perantaranya. Tetapi E- Learning serta Blended Learning ialah tata cara pendidikan yang berbeda. Dimana dengan memakai tata cara E- Learning tidak terdapatnya ikatan timbal balik dalam proses belajar mengajar. Sebaliknya dengan memakai tata cara Blended Learning ada interaksi secara langsung berbentuk dialog langsung dalam proses pelatihan. Saat sebelum tata cara Blended Learning telah terdapat tata cara yang sangat sering di dengar ialah E- Learning. Tetapi dalam implementasinya nyatanya E- Learning saja tidak lumayan sebab masih ada bermacam hambatan. Dengan E- Learning tidak terdapatnya interaksi dalam proses pendidikan. Proses belajar mengajar pasti memerlukan sesuatu sistem yang bisa melaksanakan proses secara 2 arah. Feedback pasti dibutuhkan supaya hasil belajar lebih baik serta sempurna. Meski banyak modul yang didapat dengan memakai E- Learning, proses belajar yang bisa dilakukkan dimana saja serta kapan saja tetapi senantiasa saja kurang efisien serta efektif. Blended Learning dibesarkan buat menyempurnakan tata cara E- Learning. E- Learning serta Blended Learning bisa jadi pemecahan menanggulangi permasalahan pelatihan ASN di Indonesia. Tata cara E- Learning senantiasa dapat dijalankan dalam sistem pelatihan ASN di Indonesia serta hendak melaksanakan transformasi ke Blended Learning. Dengan terdapatnya Blended Learning pelatihan bisa dicoba dimana saja serta kapan saja memakai internet. Partisipan pelatihan bisa mengakses modul secara bebas serta dituntut bisa berlatih secara mandiri sebab bahan ajar tersimpan secara online. Antara fasilitator/ narasumber serta yang dilatih bisa membagikan feedback baik berbentuk persoalan serta anjuran secara realtime. Sehingga dialog dan tanya jawab antara narasumber serta partisipan pelatihan tidak cuma berlangsung di jam pelajaran tetapi pula bisa berlangsung di luar jam pelajaran. Narasumber pula bisa mengendalikan pelatihan, partisipan pelatihan pula bisa menggali modul yang hendak di informasikan serta proses pemberiaan tugas pendukung bisa diinformasikan dengan lebih gampang. Pastinya proses pelatihan ASN jadi lebih efektif serta lebih efisien sebab komunikasi serta interaksi antara narasumber serta partisipan pelatihan bisa terus terjalin bukan cuma dikala jam pelajaran. Terdapatnya program pelatihan ASN dengan Blended Learning hingga agenda pelatihan hendak fleksibel sehingga partisipan pelatihan lebih merasa aman dalam menjajaki pendidikan. Blended Learning pula bisa kurangi bayaran pelatihan serta tingkatkan hasil pendidikan. Sehingga proses pendidikan tidak cuma berlangsung di kelas tetapi pula menggunakan dunia maya. Sehingga Blended Learning bisa diterapkan pada lembaga penyelenggara pelatihan ataupun lembaga yang lain. Tidak hanya itu pula bisa dimanfaatkan pada tempat pelatihan non resmi semacam tempat kursus. Sebab Blended Learning tidak mengambil alih proses belajar mengajar secara konvensional tetapi memenuhi sistem konvensional. Akhirnya, metode pelatihan apa yang akan dipilih e-learning ataukah blended learning sangat tergantung dengan jenis pelatihan, sangat dipengaruhi juga oleh peserta, tujuan pelatihan dan ketersediaan jaringan. Metode apapun yang dipilih tentu kembali kepada tekad kita dalam melaksanakan pelatihan ASN yang terbaik yang bertujuan untuk peningkatan kompetensi dan profesionalitas ASN.   Referensi : Rusman. (2009). “Pemanfaatan Internet untuk Pembelajaran”, dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran.Bandung: Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. Semler, S. (2005). Use Blended Learning to Increase Learner Engagement and Reduce Training Cost(http://www.learningsim.com/content/lsnews/ blended_learning1.html), 22 Juni 2005. Surat Edaran LAN nomor: 10/K.1/HKM.02.3/2020 tentang Panduan Teknis Penyelenggaraan Pelatihan Dalam Masa Pandemi COVID-19 Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ibnu S.S. (2014), Tugas Kuliah: Perbedaan E-Learning Dengan Online Learning, Universitas Negeri Malang. Anggarda Paramitha. (2018), Tugas Kuliah: Dampak Pemanfaatan Sistem E-Learning, Universitas Mercu Buana Jakarta Barat. (https://klasika.kompas.id/baca/digital-learning/),diunduh tanggal 3 September 2020

Imam Rosadi, S.TP., M.Eng - Widyaiswara Madya BKPSDMD Baca Selengkapnya
Karakteristik Hambatan Implementasi Organisasi Digital
30 Agt 2020

Karakteristik Hambatan Implementasi Organisasi Digital

Mendengar kalimat digital kita langsung membayangkan pada seperangkat alat yang memiliki teknologi elektronik dan internet, mendengar surat kabar digital tentunya surat kabar yang dibaca melalui media elektronik seperti smartphone, dokumen digital tentunya kita akan menyaksikan sebuah dokumen yang bukan fisik berwujud kertas namun berwujud non fisik yang dapat dilihat melalui alat elektronik baik komputer atau smartphone. Mengembil foto dengan smartphone itu kita namakan dengan Foto digital. Mungkin sebagian orang juga pernah melakukan transaksi jual beli dengan media smartphone atau laptop yang secara umum disebut belanja online. Bahkan untuk silaturahmpun bisa dapat kita lakukan dengan perangkat smartphone tersebut. Penerapan digital tersebut tidak lagi sebatas di kantor pemerintahan, gedung atau rumah gedongan, tidak lagi digunakan sebatas usia dewasa, remaja bahkan anak anak. Aktifitas digital tersebut telah dilakukan dari generasi babyboomer hingga generasi α (apha), sebagai pejabat atau rakyat biasa. Bahkan mengkutip situs riset Hootsuiet bahwa penduduk indonesia yang berjumlah 272.1 juta jiwa sebanyak 175.4 juta jiwa pengguna internet, yang unik jumlah smartphone mencapai 338.2 juta unit sehingga rata rata orang indonesia memiliki 2 unit smartphone.  Disebutkan juga bahwa rata rata waktu berinternet selama 7.58 menit. Seiring dengan perkembangan digitalisasi begitu massive yang berdampingan dengan aktifitas masyarakat, dari sini birokrasi juga tidak boleh mundur kebelakang sesuai dengan tujuan grand reformasi birokrasi nasional. Birokrasi dalam perpres 81 tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 ada kondisi untuk terwujudnya tata pemerintahan yang baik degan birokrasi pemerintahan yang profesional, berintegrasi tinggi dan menjadi pelayanan masyarakat dan abdi negara, memberikan kontribusi nyata pada capaian kinerja pembangunan nasional dan daerah. Keberhasilan reformasi birokrasi dapat diukur dengan melibatkan perspektif masyarakat dan organ eksternal pemerintah yaitu Indeks Persepsi Anti Korupsi dan Indeks Pelayanan Publik.(Setneg, 2020).   Pembahasan. Sejak diamanatkan dalam Inpres 03 tahun 2003 tentang E-Goverment geliat pemerintah dalam manajemen pemerintahan mulai tertata dengan baik, secara berturut-turut munculnya undang-undang ITE nomor 11 tahun 2008 juga masuk di RPJMN 2020-2024 yang selanjuntya Perpres 95 tahun 2018 mengenai penyelenggaran berbasis elektronik yg memberikan inisiasi kepada seluruh komponen pemerintahan pusat dan daerah mengembangkan Teknologi informatika dan komunikasi di dalam tugas dan fungsinya atau tegasnya lagi yakni Organisasi digital bagi seluruh organisasi pemerintah, sehingga penerapan sistim kerja dan prosedur memberikan kontribusi efesiensi dan efektivitas, transparansi dan akuntabel serta terukur.   Mengapa Penyelenggaraan Pemerintahan berbasis elektronik perlu dilakukan, selain dari sisi yuridis juga tuntutan masyarakat akan kemudahan interkasi dengan pemerintahan, mengutip dari (Sosiawan, 2008). mengatakan bahwa secara tradisional interaksi masyarakat dengan badan pemerintahan berlangsung di kantor kantor atau unit kerja pemerimtahan, dengan ada internet dan munculnya banyak aplikasi teknologi informasi dan komunikasi mendekatkan pusat layana pemerintah dengan setiap kliennya. Dengan berpegang pada perpres 95 tahun 2018 dan media digital saat ini bisa dijadikan akselerasi pelayanan birokrasi yang terintegrasi secara vertikal dan horizontal seperti contoh benchmark di KCL.kemenkeu sebagai media pembelajaran, e-lapor LKPP, Smart City, Desa Digital Mandiri, E-Budgeting dan lainnya sangat familiar bagi kita. Dan saat pendemik New Normal saat ini kegiatan seperti  webinar dengan zoom, meet-google menjadi sangat marak  dalam meningkatkan kinerja birokrasi dalam pelayanaan. Mengutip arahan presiden jokowi disetiap kesempatan rapat terbatas perencanaan transformasi digital ada lima arahan dari perluasan akses layanan internet dan percepatan di 12.500 desa, mempersiapakan roadmap trasnformasi digital, intergrasi pusat data nasional skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital terakhir  mempersiapkan kebutuhan Sumber daya manusia telenta digital(Setkab RI, 2020) . Hasil survey E-Goverment Development Index (EGDI) oleh PBB sangat mengembirakan karena indonesia naik 19 peringkat dari semua peringkat 107 menjadi peringkat 88 dari 193 peserta seluruh dunia. Dikatakan oleh Rini W dikutip dari situs kemenPANRB (Humas, 2020) selaku deputi bidang kelembagaan dan tata laksana Kementerian PANRB bahwa ...“penerapan SPBE membutuhkan proses, untuk itu, perlu dilakukan evaluasi secaa berkala untuk mengetahui kondisi penerapan SPBE pada masing masing instansi pemerintah sehingga dapat menghasikan rekomendasi untuk peningkatan pada masing masing instansi dan menjamin kualitas pelaksanaan seusi dengan tujuan SPBE”....dan komitmen pimpinan pada instansi pemerintah merupakan hal penting dalam melakukan continuous improvement untuk mewujudkan peningkatan dalam penerapan SPBE serasa konkrit”.   Dari survey ini berita yang sangat mengembirakan namun tidak salahnya untuk mengevaluasi kembali bagaimana implementasi di pemerintahan daerah, dikutip dari situs kominfo.babelprov(Kominfo, 2020) diberitakan bahwa Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  melakukan pertemuan dengan kepala BPK terkait pemeriksanaan kinerja Sisitm Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) dengan empat yang permasalahan yakni , tata kelola yang belum terpenuhi, rendahnya jumlah perangkat daerah yang menyelengaraan sistim berbasis elektronik, penyebaran konektivitas internet yang tidak merata dan kompetensi digital di aparatur yang terbatas. Mengutip dari (Irawan, 2013) masalah aplikasi egov atau pemerintah berbasis elektronik terdiri dari tiga unsur yakni 1. Budaya, 2 Infrastuktur dan 3. Kepemimpinan. Aspek Budaya , dikategorikan sebagai sesuatu yang memberi pengaruh terhadap kebiasan dan pola pikir agent atau personal. Aspek budaya dikategorikan seperti;  Ada reaksi menolak dan menghindar terhadap perubahan akbiat penerapan SBPE. Munculnya perubahan yang nantinya akan mempengaruhi atas kejadian dan tindakan agent di kemudian hari. Rendahnya kompetensi dan minat  agent terhadap teknologi  informasi dan komunikasi /internet, yang berakibatkan pada rendahnya kinerja implementasi aplikasi berbasis elektronik. Budaya malas untuk balajar dan tidak menerima kritik saran salah satu gap terbesar untuk menuju digitalisasi di organisasi pemerintah. Metal siloes, terindikasi ada keengganan untuk berbagi data dan informasi yang mengakibatkan intergrasi egoverment berjalan lambat bahkan gagal. Apek Infrastruktur, sebagai variabel sekunder . Infrastruktur yang sersifat statis akan menerima perkembangan atau perubahan bilamana ada kontribusi dari unsur lain. Adanya ketimpangan ketersediaan teknologi informasi dan komunikasi dikarenakan geografis indonesia. Ketimpangan teknologi yang tersedia, ketimpangan diakibatkan sektor anggaran di tiap tiap perangkat daerah yang berbeda. Sistim penyelengaraan elektronik belum memliki standar yang baku, yang berakibat pada lambatnya integrasi layanan. Aspek Kepemimpinan, sebagai kunci penting dan startegis kepemimpinan yang mampu adaptif transformasi. Di era disrupsi seorang pemimpin tidak boleh lambat, haruslah berpikir. Adapun aspek kepemimpinan sebagai permasalahan seperti ; Memiliki mental tinggi hati dan mental selo yang dapat berakibatkan konflik kepentingan, baik vertikal dan horizontal. Kurang sensitif dan tidak krediable di area kepemimpinannya Tidak mampu menganalisa, beradaptasi dan memetakan pontensi sumberdaya yang ada. Sebagai terobasan  era disrupsi. Aspek aspek tersebut akan berkembang dengan sendirinya seiring dengan kondisi dan perlakukan yang dilakukan oleh pengambil kebijakan. Kesimpulan. Dengan posisi ke 88 hasil survey penerapan E-Goverment oleh PBB, tidaklah menjadi suatu kepuasaan bagi pemerintahan, namun menjadi suatu motivasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, tentunya dengan Penyelenggaraan Berbasis Elektronik. Dengan berhasil memetakan permasalahan yang lazim di beberapa organisasi di beberapa  negara, pastinya akan memeperoleh lesson learned untuk diadopsi di instansi. Bagaimana strategi yang diambil seorang leadership dalam menkontruksikan transformasi digital di organisasi.   DAFTAR PUSTAKA Humas, M. (2020). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi - Indeks e-Government Indonesia Naik 19 Peringkat di Level Internasional. Kemenpanrb. https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/indeks-e-government-indonesia-naik-19-peringkat-di-level-internasional Irawan, B. (2013). Studi Analisa Konsep E-Goverment: Sebuah Paradigma Baru dalam Pelayanan Publik. Jurnal Paradigma, 2, 174–201. Kominfo, B. pro. (2020). Gubernur Erzaldi Sarankan Diskominfo dan BPK Babel Adakan Forum Group Discussion (FGD). Kominfo.Babeprov. https://kominfo.babelprov.go.id/content/gubernur-erzaldi-sarankan-diskominfo-dan-bpk-babel-adakan-forum-group-discussion-fgd Setkab RI. (2020). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia | Antisipasi Perubahan, Presiden Berikan 5 Arahan Soal Perencanaan Transformasi Digital- Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Setkab.Go.Id. https://setkab.go.id/antisipasi-perubahan-presiden-berikan-5-arahan-soal-perencanaan-transformasi-digital/ Setneg. (2020). The New Normal dan Akselerasi Reformasi Birokrasi | Sekretariat Negara. Setneg.Go.Id. https://www.setneg.go.id/baca/index/the_new_normal_dan_akselerasi_reformasi_birokrasi Sosiawan, E. A. (2008). TANTANGAN DAN HAMBATAN DALAM IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT DI INDONESIA. 2008(semnasIF), 99–108.

Atpriatna Utama, S.IP., M.M - Widyaiswara Madya BKPSDMD Baca Selengkapnya
Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Kinerja ASN Di Masa Pandemi COVID-19
18 Agt 2020

Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Kinerja ASN Di Masa Pandemi COVID-19

Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) hampir melanda seluruh negara di berbagai belahan dunia. Virus ini pertama kali ditemukan di Negara China, tepatnya di Kota Wuhan Provinsi Hubei tahun 2019. 11 Februari 2020 lalu, WHO mengumumkan virus baru tersebut sebagai Covid-19 dan menetapkannya sebagai pandemi karena seluruh warga dunia berpotensi terinfeksi. Dengan ditetapkannya status pandemi tersebut, WHO juga mengkonfirmasi bahwa COVID-19 merupakan darurat internasional. Artinya, setiap rumah sakit dan klinik di seluruh dunia disarankan untuk dapat mempersiapkan diri menangani pasien penyakit tersebut meskipun belum ada pasien yang terdeteksi. Melansir  Worldometers,  sampai dengan 12 Agustus 2020 terdapat peningkatan jumlah kasus positif Covid-19tertinggi di 10 negara di dunia yaitu sebagai berikut: Negara Indonesia pun tak lepas dari penularan Covid-19. Kasus positif COVID-19 diIndonesiapertama kali dideteksi pada 2 Maret 2020, ketika dua orang yang berdomisili di Depok terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang.  9 April 2020, pandemi sudah menyebar ke 34 provinsi. Beberapa provinsi dengan kondisi paling terpapar di antaranya adalah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Kondisi penularan Covid-19 di Indonesia pun terus meningkat dan hinggapada tanggal 15 Maret 2020, Presiden Joko Widodo menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional. Dengan ditetapkannya Covid-19 sebagai bencana nasional, maka Pemerintah mengambil langkah-langkah pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan Covid-19 antara lain dengan menerapkan Protokol Kesehatan seperti menjaga jarak (physical distancing), menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan pembatasan aktivitas di luar rumah. Bahkan beberapa provinsi dengan jumlah  positif Covid-19 yang tinggi seperti Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat, mengambil langkah preventif dengan mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Kementerian Kesehatan. Pandemi Covid-19 tentu saja memberikan dampak yang besar di segala sektor baik sektor swasta maupun pemerintah. Berbagai aktivitas yang biasa dilakukan diluar rumah dibatasi. Bahkan sistem kerja Pegawai pun harus dilakukan dirumah yang dikenal dengan istilah Work From Home (WFH).Di sektor pemerintahan, Kementerian PAN RB selaku lembaga yang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pendayagunaan aparatur negara dan RB untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara segera menindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Instansi Pemerintah. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran, serta mengurangi resiko Covid-19, untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing Instansi Pemerintah dapat berjalan efektif untuk mencapai kinerja masing-masing unit organisasi pada instansi pemerintah serta memastikan pelaksanaan pelayanan publik di instansi Pemerintah dapat tetap berjalan efektif. Sebagai tindak lanjut edaran dari Kementerian PAN RB, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 800/1102/VII tanggal 20 Maret 2020 tentang Pengaturan Jadwal Sistem Masuk Kerja bagi ASN Pejabat Tinggi Pratama/Administrator/Pengawas/Pelaksana dan PHL terhadap Penyelenggaraan Pemerintahaan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). Kemudian disusul dengan surat Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kepulauan BangkaBelitung Nomor800/825/BKPSDMD tanggal 26 Maret 2020 tentang Pemberitahuan tindak lanjut dari Edaran Sekretaris Daerah tersebut. Dalam surat pemberitahuan tersebut, bahwa setiap Perangkat Daerah mengatur jadwal dan menyesuaikan sistem masuk kerja dengan menugaskan 1 (satu) orang pejabat Administrator, 1 (satu) orang pejabat Pengawas dan 4 (empat) orang pelaksana atau disesuaikan dengan ruang lingkup jenis pelayanan, serta beban kerja masing-masing Perangkat Daerah (maksimal 30% dari jumlah pegawai di lingkungan Perangkat Daerah masing-masing, 70% bekerja di rumah dan dilakukan bergilir dalam setiap minggunya). Perubahan pola dan kondisi kerja, sarana dan prasarana kerja yang semula di kantor berubah menjadi pola bekerja dari rumah dan mengharuskan semua bentuk tugas dan tanggung jawab dijalankan secara profesional. Dengan pola bekerja dari rumah (Work From Home),  sangat dibutuhkan teknologi informasi yang memadai. Sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi dapat terus berjalan. Salah satu teknologi yang mulai digunakan pada saat pandemi Covid 19 ini adalah menggunakan Video Conference. Video Conference adalah teknologi yang memungkinkan pengguna yang berada pada lokasi yang berbeda untuk mengadakan pertemuan tatap muka tanpa harus pindah ke satu lokasi bersama. Teknologi ini sangat nyaman serta praktis bagi para penggunanya. Video Conference memungkinkan untuk komunikasi 2 (dua) arah, menghemat waktu dan biaya serta aman bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara dan dapat diikuti oleh ratusan peserta. Jenis Video Conference yang dapat digunakan oleh Pegawai Aparatur Sipil Negara bisa melalui Zoom Cloud, Google Meet, Skype, Web Seminar (Webinar) dan masih banyak lagi. Tentu saja untuk menggunakan informasi teknologi ini harus didukung  infrastruktur yang dibutuhkan seperti laptop dan internet. Pegawai yang mendapatkan shift bekerja dari rumah bisa melaksanakan koordinasi baik dengan atasannya maupun dengan instansi terkait menggunakan teknologi ini.Kepala Perangkat Daerah wajib melakukan pengawasan terhadap bawahannya, agar tugas dan fungsi tetap dijalankan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Memasuki awal Juni 2020, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/157/BKPSDMD/2020 tanggal 28 Mei 2020 tentang Pelaksanaan Kinerja Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Surat Edaran ini mempedomani Surat Edaran Kementerian PAN RB Nomor 58/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru. Pola baru ini dilaksanakan untuk menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik serta mendukung produktivitas kerja, namun tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan pegawai ASN. Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai aktif kembali bekerja di kantor mulai 2 Juni 2020 dengan memperhatikan protokol kesehatan yaitu rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan setiap Pegawai Aparatur Sipil Negara harus menggunakan masker. Penerapan presensi menggunakan Finger Print mulai diberlakukan kembali dan Pegawai harus membuat Target Kinerja Bulanan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dengan menggunakan Aplikasi E-Kinerja. Dengan pemberlakuan masuk kerja Normal Baru ini dan tetap memprioritaskan keselamatan Pegawai Aparatur Sipil Negara, penggunaan tekonologi informasi  semakin meningkat dibandingkan pada saat pola bekerja dari rumah (Work From Home) mulai diterapkan. Kegiatan-kegiatan, Rapat atau pertemuan koordinasi dengan Pimpinan dan melibatkan berbagai sektor sertabanyak orang dengan tatap muka secara langsung diganti dengan penggunaan teknologi informasi melalui Video Conference. Zoom meeting merupakan salah satu aplikasi yang sering digunakan untuk rapat/pertemuan koordinasi di antara Perangkat Daerah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun koordinasi dengan Kementerian/Lembaga yang ada di pusat. Selain Zoom Cloud Meeting, aplikasi yang sering digunakan oleh Pegawai Aparatur Sipil Negara di masa Normal Baru saat ini adalah Webinar. Webinar adalah suatu seminar, presentasi, pengajaran ataupun workshop yang dilakukan secara online, dapat diibaratkan pertemuan (meeting) tatap muka secara online yang disampaikan melalui media Internet yang dapat dihadiri oleh banyak orang yang berada di lokasi berbeda-beda. Kita hanya perlu siap (standbye) pada waktu yang telah ditetapkan dengan tetap terkoneksi dengan internet. Sebelumnya kita harus melakukan registrasi webinar yang akan diikuti dan harus mencatat link webinar. Link ini akan digunakan sebagai pintu masuk pada saat webinar berlangsung. Biasanya calon peserta akan mendapatkan email konfirmasi.Peserta juga bisa mendapatkan sertifikat yang dapat dicetak dengan mengunduh dari link webinar.Dengan mengikuti Webinar yang dilaksanakan oleh berbagai penyelenggara, Pegawai Aparatur Sipil Negara dapat mengupdate informasi dan menambah pengetahuan yang sesuai dengan tugas dan fungsinya tanpa terhalang oleh situasi pandemi Covid 19. Hal ini pun turut mendukung kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara akan pengembangan kompetensi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 pasal 203 ayat 4. Sebagai instansi yang memiliki tugas dan fungsi sebagai pengembangan SDM Pegawai Aparatur Sipil Negara khususnya di Provinsi  Kepulauan Bangka Belitung, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kepulauan Bangka Belitungmemanfaatkan teknologi informasi dalam pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I.  Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dilaksanakan dengan metode Distance Learning menggunakan Aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Drs. H. Sahirman,M.Si tanggal 4 Agustus 2020. Beliau berharap agar pelaksanaan pelatihan kepemimpinan secara daring ini tidak mengurangi esensi dan tujuan pelatihan ini. Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I diikuti oleh 40 (empat puluh) peserta sebanyak 797 Jam Pelajaran dan akan berlangsung sampai tanggal 22 November 2020. Selain pelaksanaan Diklat secara daring, berbagai pelayanan Kepegawaian pun mulai dilakukan secara daring, seperti penerbitan Surat Izin Belajar, Pengajuan usulan Kartu Isteri (Karis) dan Kartu Suami (Karsu) dan pembuatan ID Card Pegawai. Ternyata, penggunaan teknologi informasi di masa pandemi Covid 19 ini sangat membantu dan mendukung kinerja Pegawai ASN. Keselamatan Pegawai Aparatur Sipil Negara pun tetap diprioritaskan. Menjadi harapan kita semua semoga pandemi Covid 19 ini segera berakhir dan penyelenggaraan pemerintahan serta perekonomian dapat stabil seperti sediakala. Amin... Referensi : 1.      (www.allianz.co.id). 2.      Tribun Palu.com 3.      Kompas.com 4.      Indonesia.go.id

Wuri Handayani, S.Psi - Analis Kepegawaian Madya BKPSDMD Baca Selengkapnya
Efektivitas dan Efisiensi Kinerja BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
3 Mar 2020

Efektivitas dan Efisiensi Kinerja BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Dinamika pembaharuan dan perubahan sistem penyelenggaraan pemerintahan merupakan upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), atau yang kita kenal sebagai Reformasi Birokrasi, merupakan upaya pembaharuan terutama pada aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (Business Process) dan sumber daya manusia aparatur. Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan dengan baik perlu mendapat perhatian dan ditata ulang atau diperbaharui, serta disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. Untuk mempercepat pencapaian hasil Reformasi Birokrasi ini, pemerintah menetapkan 9 (sembilan) percepatan Reformasi Birokrasi, yaitu: Penataan Struktur Organisasi Pemerintah; Penataan Jumlah dan Distribusi Pegawai Negeri Sipil (PNS); Pengembangan Sistem Seleksi dan Promosi Secara Terbuka; Peningkatan Profesionalisasi PNS; Pengembangan Sistem Pemerintahan Elektronik yang terintegrasi; Peningkatan Pelayanan Publik; Peningkatan Integritas dan Akuntabilitas Kinerja program Aparatur; Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri; dan Peningkatan Efisiensi Belanja Aparatur. Disamping hal tersebut, Organisasi sektor publik dituntut untuk memperhatikan value for money dalam menjalankan aktifitasnya. Tujuan yang dikehendaki masyarakat mencakup pertanggungjawaban mengenai pelaksanaan value for money, yaitu ekonomis dalam pengadaan dan alokasi sumber daya, efisien dalam penggunaan sumber daya dalam arti penggunaannya diminimalkan dan hasilnya dimaksimalkan, serta efektif dalam arti mencapai tujuan dan sasaran (Ariel S. Sumenge, 74: 2013) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai salah satu Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dituntut untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang diembannya secara bijaksana, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien sesuai prinsip-prinsip good governance, serta diperkuat dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa pelaksanaan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan wujud pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam mencapai misi dan tujuan organisasi. Tidak hanya Akuntabilitas Kinerja saja, untuk mengetahui kinerja Instansi Pemerintah terutama pada BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dibutuhkan analisa deskriptif guna melihat sejauhmana tingkat efektivitas dan efisiensi selama 3 (tiga0 tahun kebelakang. Mardiasmo (2009: 132) Efektivitas pada dasarnya berhubungan dengan pencapaian tujuan atau target kebijakan (hasil guna). Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus dicapai. Kegiatan operasional dikatakan efektif apabila proses kegiatan mencapai tujuan dan sasaran akhir kebijakan (spending wisely). Lebih lanjut Mardiasmo (2009: 132) efisiensi berhubungan erat dengan konsep produktifitas. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara output yang dihasilkan terhadap input yang digunakan (cost of output). Proses kegiatan operasional dapat dikatakan efisien apabila suatu produk atau hasil kerja tertentu dapat dicapai dengan penggunaan sumber daya dan dana yang serendah–rendahnya (spending well). Indikator efisiensi menggambarkan hubungan antara masukan sumber daya oleh suatu unit organisasi (misalnya: staf, upah dan biaya administratif) dan keluaran yang dihasilkan. Tingkat Efektivitas diukur dengan cara membandingkan realisasi anggaran belanja dengan target anggaran belanja. Tingkat efisiensi diukur dengan cara membandingkan realisasi anggaran belanja langsung dengan total realisasi anggaran belanja. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 690.900-237 Tahun 1996  tentang Kriteria Penilaian dan Kinerja Keuangan, Penetapan Tingkat Efektivitas dan Efisiensi Anggaran Belanja adalah sebagai berikut: Sangat Efektif/Sangat Efisien: > 100%; Efektif/Efisien: 90% - 100%; Cukup Efektif/Cukup Efisien: 80% - 90%; Kurang Efektif/Kurang Efisien: 60% - 80 %; Tidak Efektif/Tidak Efisien: 0% - 60% Analisis Tingkat Efektivitas Anggaran Belanja BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Selama periode anggaran tahun 2017 sampai dengan 2019, tingkat Efektivitas anggaran belanja mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2017 tingkat Efektivitas tercatat sebesar 93,24%, mengalami penurunan sebesar (1,9%) pada tahun 2018 dengan tingkat Efektivitas sebesar 91,34%, mengalami penurunan sebesar (4,73%) pada tahun 2019 dengan tingkat Efektivitas sebesar 86,43%. Meskipun demikian, secara keseluruhan kinerja dari BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 3 Tahun memiliki rata-rata tingkat Efektivitas anggaran belanja sebesar 90,39% dalam kategori “Efektif”. Kondisi tersebut disebabkan oleh realisasi anggaran yang dicapai masih dibawah target anggaran yang ditetapkan. Adapun kegiatan yang dianggarkan, tetapi tidak semuanya dapat dilaksanakan seratus persen,  tapi secara keseluruhan program/kegiatan telah terealisasi dan selesai dilaksanakan. Analisis Tingkat Efisiensi Anggaran Belanja BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Selama periode anggaran tahun 2017 sampai dengan 2019, tingkat efisien anggaran belanja mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2017 tingkat efisiensi tercatat sebesar 90,11%, mengalami kenaikan sebesar 0,39% pada tahun 2018 dengan tingkat efisiensi sebesar 90,50%, mengalami penurunan sebesar 0,5% pada tahun 2019 dengan tingkat efisiensi sebesar 91,00%. Meskipun demikian, secara keseluruhan kinerja dari BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 3 Tahun memiliki rata-rata tingkat efisiensi anggaran belanja sebesar 90,54% dalam kategori “Efisien”. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara ouput yang dihasilkan terhadap input yang digunakan (cost of output), dengan tingkat efisien tersebut BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggunakan anggaran belanja pada program prioritas pada pos anggaran Belanja Langsung (BL) secara efisien. Artinya tidak semua anggaran Pada Belanja Langsung dipergunakan semuanya, anggaran direalisasikan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas dalam rangka mencapai target dan sasaran yang tertuang dalam Renstra. Program-program tersebut diantaranya: Program Peningkatan Pelayanan Pemerintah; Program Pengadaan Pegawai, Mutasi, Promosi dan Kepangkatan; Program Penilaian Kinerja, Disiplin, Informasi dan Kesejahteraan ASN; Program Pengembangan Sumber Daya Manusia. Tingkat Efekstivitas dan Efisiensi Kinerja BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Tahun 2017-2019 secara keseluruhan dalam kategori “Efektif” dan “Efisien” dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diharapkan dapat memberi dampak yang luas bukan hanya dalam urusan kepegawaian saja akan tetapi berdampak luas terhadap pembangunan daerah pada umumnya dan masyarakat Bangka Belitung khususnya*.

Junius Pascana, Perencana Pertama BKPSDMD Babel Baca Selengkapnya
Restrukturisasi Birokrasi
2 Jan 2020

Restrukturisasi Birokrasi

Ekonomi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam terus melejit di tengah lesunya perekonomian dunia. Hal ini berbeda dengan negara-negara sekawasan lainnya, termasuk Indonesia, yang proyeksi pertumbuhan ekonominya cenderung melemah (Kompas.com - 01/10/2019) Seperti dikutip dari Bloomberg, hal itu disebabkan data-data perekonomian yang dirilis akhir pekan kemarin menunjukkan perekonomian negara tersebut tumbuh lebih dari 7 persen pada kuartal III tahun ini. Ekonom Maybank Linda Liu dan Chua Hak Bin mengatakan, meningkatnya pertumbuhan penanaman modal langsung (FDI) serta permintaan domestik yang kuat, seperti yang ditunjukkan oleh pertumbuhan penjualan ritel, diprediksi akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Vietnam hingga akhir tahun dan awal 2020 mendatang. Sementara ekonomi negara-negara sekawasan lainnya, seperti Indonesia,  justru diproyeksikan turun. Terakhir EOCD memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi hanya 5 persen saja dari sebelumnya 5,1 persen. Kondisi tersebut membuat pemerintah Indonesia menjadi khawatir dengan diperparah melambatnya laju investasi dimana Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal I 2019 Rp195,1 triliun. Angka ini bertumbuh 5,3 persen dibanding capaian tahun sebelumnya Rp185,3 triliun. Secara keseluruhan, pertumbuhan investasi ini melambat dibanding capaian tahun sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 11,8 persen. Dari sisi porsi realisasi, angka ini diketahui sebesar 24,6 persen dari target investasi 2019 yang sebesar Rp792 triliun. (CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019) Melambatnya investasi yang disebabkan tingginya Country Risk di Indonesia membuat banyak investor angkat kaki dan lebih memilih negara lain dengan tingkat resiko kecil terutama beban dari biaya tenaga kerja, disamping hal tersebut lambatnya proses perijinan dan investasi disinyalir semakin membuat memudarnya iklim investasi di Indonesia. Melihat kondisi tersebut memacu pemerintah untuk merespon dengan cepat, Presiden Joko Widodo dalam pidato pelantikannya menitik beratkan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap reformasi struktural terutama penyederhanaan esselonisasi birokrasi menjadi dua level dan digantikan dengan jabatan fungsional yang berbasis pada keahlian/ketrampilan dan kompetansi tertentu. Penyederhanaan birokrasi tersebut dimaksudkan untuk menciptakan birokrasi yang lebih dinamis, agile dan profesional dalam upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi untuk mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik yang diikuti dengan upaya peningkatan kompetensi pegawai Aparatur Sipil Negara. Menanggapi arahan tersebut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan surat edaran Nomor : 384 Tahun 2019 tentang Langkah Strategis dan Konkret Penyederhanaan Birokrasi. Akan tetapi dalam surat edaran menteri Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut  mengecualikan penyederhanaan birokrasi pada jabatan struktural Eselon III dan Eselon IV bagi jabatan dengan kriteria, antara lain: Memilikitugas dan fungsi sebagai kepala satuan kerja dengan kewenangan dan tanggung jawab dalam penggunaan anggaran atau pengguna barang/jasa; atau memiliki tugas dan fungsi yang berkaitan dengan kewenangan/otoritas, legalisasi, pengesahan, persetujuan dokumen, atau kewenangan wilayah; atau kriteria dan syarat lain yang bersifat khusus berdasarkan usulan masing-masing Kementerian/Lembaga kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai bahan pertimbangan penetapan jabatan yang diperlukan kedudukannya sebagai pejabat struktural eselon III, IV dan IV. Hal ini sangat kontradiktif dengan apa yang tujuan dalam mengatasi lambatnya proses perijinan dan investasi yang memakan watu lama sehingga disinyalir semakin membuat memudarnya iklim investasi di Indonesia. Ketidak siapan dalam mengidentifikasi penyederhanaan unit kerja eselonering sangat nampak dengan belum adanya kesesuaian peta jabatan; identifikasi kesetaraan jabatan pada jabatan fungsional yang tersedia; penyelarasan kebutuhan anggaran terkait dengan penghasilan pada jabatan yang terdampak oleh kebijakan penyederhanaan birokrasi dikhawatirkan semakin memperburuk kinerja pemerintah. Untuk itu hendaknya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi perlu dilakukan upaya-upaya dan kajian serta ujicoba penerpannya dengan mengedepankan asas kehati-hatian. Hal senada sesuai dengan teori manajemen Sumber daya Manusia dimana menurut Cushway tujuan dari manajemen Sumber daya Manusia antara lain : membuat kebijakan dan pertimbangan; membantu organisasi dalam mencapai tujuan; memberikan dukungan serta menjadi alat dalam menyelesaikan masalah. Dengan penerpan kebijakan tersebut diharpkan dampak yang ditimbulkan atas kebijakan dapat diatasi tanpa harus mengurangi ketercapaian sasaran yang menjadi tujuan dalam kebijakan tersebut.

Junius Pascana - Perencana Pertama BKPSDMD Baca Selengkapnya
Memunculkan Kreativitas Menghadapi Rasa Jenuh Dalam Bekerja
26 Sep 2019

Memunculkan Kreativitas Menghadapi Rasa Jenuh Dalam Bekerja

Mengapa jenuh Dalam kehidupan sehari – hari wajar saja kita mengalami sesuatu di luar kehendak yaitu merasa Jenuh, lalu  pemahamannya  sendiri secara harfiah adalah  padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apa pun, juga dapat berarti jemu atau bosan. Kita sering mengalami kelupaan,  terkadang mengalami peristiwa negatif lainnya yang disebut jenuh yang dalam bahasa psikologi lazim disebut learning plateau atau plateau. Hal ini biasa kita temui perasaan itu bisa datang kapan saja. masa-masa bosan atau jenuh dalam hidup, bosan bisa mengarahkan kita kepada perilaku yang positif bahkan negatif. Jenuh tidak bisa dihindari oleh siapapun, beragam kejenuhan sangat akrab bertamu kepada setiap insan yang berakal,jenuh atau bosan dapat terjadi dalam lingkungan keluarga. Kejenuhan juga merambah para PNS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sangat lelah bahkan menimbulkan tingkat ketidakyamanan yang tinggi dalam beraktifitas disebabkan oleh beragam permasalahan dalam rutinitas menjalankan tugas keseharian di OPD, apakah di dalam ruangan atau luar. Disamping itu pula bosan juga tidak jauh dari diri kita sendiri, dimana sewaktu-waktu mengajak kita untuk beristirahat dari semua aktifitas yang sudah lama dijalankan tanpa hambatan. Kebosanan /kejenuhan terjadi disebabkan oleh seringnya hal tersebut kita lakukan atau aktifitas yang setiap harinya kita kerjakan tanpa adanya niat untuk merenovasi rutinitas tersebut agar lebih bersemangat dengan pola kerja yang variatif. suka atau  tidak  suka, hampir setiap orang harus bekerja. Bahkan rata-rata orang menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya untuk bekerja. Karena sungguh menyedihkan jika kita tidak menikmati pekerjaan kita sehari-hari. Hal yang paling sering melanda adalah perasaan jenuh ketika bekerja. Meski tampak sepele, jika dibiarkan, rasa jenuh bisa berakibat fatal. Atau setidakny membuat kita kurang bahagia karena tidak bisa menikmati pekerjaan kita. Gejala         Setiap PNS pasti pernah merasa bosan atau jenuh dengan pekerjaannya,Para ahli menyatakan gejala dimaksud antara lain  Mark Fenske dan John Easwood : Kesulitan memberi perhatian pada informasi internal, misalnya pikiran atau perasaan. Sadar bahwa sulit memberi perhatian terhadap sesuatu. Menyalahkan lingkungan sekitar, misalnya berkata "Tugas ini membosankan" atau "Tidak ada yang bisa dilakukan di sini. Jenis - Jenis Kebosanan Dr Thomas Goetz mengatakan : Bosan Kalibrasi: Orang dengan tipe ini merasa bimbang dan sangat reseptif dengan perubahan atau gangguan. Bosan Mencari: Orang yang mengalami kebosanan ini resah dan aktif mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatian Anda. Bosan Reactan: Orang yang mengalami kebosanan ini termotivasi meninggalkan situasi yang mereka hadapi. Kebosanan Apatis: jenis kebosanan yang tak menyenangkan yang menyerupai ketidakberdayaan atau depresi. Rutinitas Rasa bosan / jenuh atau tidak betah di tempat kerja ketika merasa tidak nyaman, muncul keinginan untuk resign demi mendapatkan suasana baru. kreativitas kita bisa ditebak, nyaris tak berubah setiap harinya. Bangun pagi, mandi, beranjak ke kantor, kemudian mengambil tempat duduk dan menatap layar komputer hingga jam kerja usai. Ritme monoton ini membuat merasa seperti robot pekerja. Kejenuhan yang semakin menumpuk menumbuhkan rasa malas dan merunyamkan mood. Kerja jadi tak lagi nikmat, sekarang yang penting asal selesai. Daripada bertambah parah. Agar terhindar dari kebosanan, kita cukup melakukan pekerjaan sesuai porsinya saja misalnya PNS di suatu OPD. Porsi kerja adalah sesuai jam kerja  8 jam tiap harinya. Jangan lagi merasa terbebani setelah jam kantor selesai. Berhenti memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan setelah sampai di rumah. Jenuh Saat Bekerja Ketika sedang menjalani rutinitas saat bekerja memang seharusnya sedang dalam mood dan dalam kondisi tubuh yang fit dan selalu terjaga, pada saat kita sedang menjalani kewajiban kita dalam sebuah pekerjaan tentunya banyak hal yang mungkin bisa menghambat laju kita untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Seperti misalnya menjalani pekerjaan yang hampir sama setiap hari sehingga munculah rasa jenuh saat bekerja dan pada akhirnya kita menjadi malas. Padahal sudah mengetahui bahwa sifat buruk tersebut seperti malas dan jenuh saat bekerja itu merupakan sikap yang tidak baik, apalagi jika kondisi tubuh yang sedang tidak baik akibat terlalu lelah sehingga kurang bisa untuk menyeimbangkan antara pikiran dan logika. Sifat jenuh saat bekerja dapat terindikasikan oleh berbagai macam hal diantaranya malas saat melakukan pekerjaan, prestasi serta produktivitas kerja menurun, tidak bersemangat saat menjalani pekerjaan, enggan datang ke kantor, dan sebagainya. Untuk menghilangkan rasa jenuh saat bekerja tersebut dapat dengan melakukan berbagai cara dan masih terdapat banyak lagi hal yang bisa kita lakukan agar kewajiban bisa terpenuhi dan tidak ada lagi rasa jenuh saat bekerja. ka rasa jenuh saat bekerja mulai muncul maka ingat dan pikirkan kembali apa yang membuat PNS merasa senang selama menekuni tugas yang diemban. Setelah itu jadikan hal menyenangkan tersebut sebagai motivasi agar dapat kembali semangat dalam melakukan pekerjaan. Rasa jenuh saat bekerja bisa datang dari mana saja, baik dari dalam diri bahkan dari lingkungan sekitar. Jika rasa jenuh saat bekerja itu munculnya berasal dari dalam diri maka mulailah dengan menciptakan pikiran dan sugesti yang bersifat positif mengenai bidang pekerjaan tersebut dan tugas-tugas yang telah diterima saat ini. Mengubah suasana kerja lalu menikmati pekerjaan yang sedang dijalani saat ini maka seberat apapun tugas tersebut pasti akan terasa lebih ringan jika menjalankannya dengan senang hati. Tetapi, apabila kita menjalankannya tidak dengan tulus atau secara terpaksa maka dapat dipastikan pekerjaan ringan tersebut akan terasa lebih berat dan membebani pikiran. Solusi mengatasi rasa malas dan jenuh pada rutinitas kerja: Bagi tugas yang sedang dihadapi menjadi bagian – bagian kecil.  Misalnya, ketika diberi tugas untuk mengerjakan laporan, anda bisa membagi pekerjaan itu dalam beberapa tahapan. Cara ini diharapkan akan membuat pekerjaan terlihat lebih sederhana dan ringan. Berikutnya adalah membuat skala prioritas pekerjaan yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Tentu anda dapat memilih, pekerjaan mana yang lebih urgen dari pekerjaan yang lainnya. Pikirkan hal menyenangkan dari pekerjaan yang anda tekuni. Ingat dan pikirkan kembali hal-hal menyenangkan yang kamu peroleh selama menekuni pekerjaan tersebut. Jadikanlah hal itu sebagai motivasi untuk kembali bersemangat dalam bekerja. Tiru teman yang sangat mencintai pekerjaannya. Selama hal tersebut positif, contohlah perilaku rekan kerja anda. Perhatikan atau berbagi mengenai caranya mengatasi beban pekerjaan yang begitu berat. Jadikan cara jitunya sebagai inspirasi bagimu untuk menambah motivasi bekerja. Manfaatkan jatah cuti. Refreshing adalah langkah cepat dan tepat dalam menghilangkan rasa jenuh. Manfaatkan jatah cuti yang diberikan kantor dan lakukan liburan singkat yang dapat membuat rileks serta kembali segar.  Rencanakan masa depan dan jangka panjang. Saat mengalami fase jenuh, inilah waktu yang tepat bagi anda untuk melihat dan menata kembali rencana masa depan. Apakah akan tetap bertahan pada pekerjaan tersebut atau akan pindah ke bidang lainnya. Rencana masa depan yang jelas, dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan semangat kerja. Misalnya, pada beberapa tahun kedepan ingin memangun usaha sendiri, oleh karena itu, pada saat ini harus giat bekerja untuk mengumpulkan modal usaha. Ubah suasana kerja. Perubahan suasana ini bisa berupa pengaturan ulang meja dan peralatan kantor di sekitarmu serta mengakrabkan diri dengan rekan kerja. Pajanglah berbagai benda atau foto di atas  sekeliling meja yang selalu membuat tersenyum, mengembalikan mood baik dan termotivasi untuk bekerja. Nikmati pekerjaanmu. Dengan menikmati bidang pekerjaan yang ditekuni, pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan. Namun, jika bekerja secara terpaksa, maka pekerjaan yang ringan akan menjadi berat dan pekerjaan yang berat akan semakin berat. Beri penghargaan kepada diri sendiri atas setiap tahapan tugas yang telah selesai dikerjakan agar memberikan energi yang positif dalam diri, yang akan sangat membantu menjaga semangat kerja. Misalnya, pergi merawat diri di salon kecantikan, merawat rambut dan kuku, berbelanja baju. Beri waktu bagi diri anda sendiri untuk sekedar relaks. Bila perlu, ajaklah teman dekat yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita,  mungkin darinya dapat memberi masukan yang baik untuk anda. Menjalankan hobi atau kegiatan – kegiatan lain di luar rutinitas. Kegiatan tersebut misalnya menonton film, berwisat kuliner bersama keluarga atau pergi bersama teman lama. Akan tetapi, pastikan jangan sampai aktivitas itu malah menguras tenaga dan membuat lebih malas untuk kembali bekerja. Pergi berlibur bersama keluarga atau orang dekat ke tempat – tempat yang belum pernah dikunjungi (refreshing). Hal ini akan memicu semangat baru pada saat akan memulai aktifitas bekerja. Menurut sebuah survey di Findlandia ditanyakan mengenai apa yang mereka lakukan di Sabtu dan Minggu. Beberapa mengaku tetap merasa jenuh dan lelah, hanya bermalas-malasan di akhir pekan. Sedang yang lain mengaku mempersiapkan diri untuk kembali kerja pada Senin paginya. Hasilnya, kedua aktifitas ini ternyata memberikan risiko mengalami serangan jantung dan stroke hingga 3 kali lipat. Alasannya, jadwal libur mereka diisi dengan berdiam, stres dan tertekan. Inilah yang kemudian mengganggu hormon dan sistem kekebalan tubuh. Turunan dari kondisi ini adalah rasa gelisah yang berlebihan, letih, dan lesu.  Berolahraga setelah pulang dari kantor. Olahraga mampu mengusir stress dan penat. Mungkin anda sudah lelah seharian berkutat dengan pekerjaan kantor namun, dengan bersepeda santai, berenang, aerobik, anda malah akan mendapatkan badan kembali segar, hilang rasa tertekan pada rutinitas kerja anda. Bersyukur dengan apa yang telah diperoleh dari hasil jerih payah. Dengan bersyukur dari apa yang punya setelah bekerja akan menjadi kembali semangat. Misalnya saja: Saya bersyukur, ternyata dari hasil jerih payah saya sendiri,  tak terasa saya sudah punya rumah dan kendaraan. Pandangan Islam Rasa malas, jenuh, dan futur adalah sifat manusiawi dan wajar bagi setiap orang. Hampir setiap mukmin yang mendambakan memiliki interaksi yang baik dengan Al-Qur’an sering merasakan problem ini. bahkan sepanjang hidupnya akan terus berjuang mengatasi perasaan yang manusiawi ini. hanyalah Malaikat yang tidak memiliki perasaan ini. Mereka (Malaikat) bertasbih malam dan siang tanpa merasa futur (semangat yang turun). (Al – Anbiya’ 21 : 20) Adanya perasaan tersebut sejalan dengan tabiat kehidupan itu sendiri yang dijadikan Allah sebagai ujian bagi manusia. Perasaan-perasaan tadi adalah suatu tantangan yang harus dilalui sebelum manusia sampai ke garis finis kehidupannya, yaitu kematian. Dengan demikian, terlihatlah orang yang berhasil atau orang yang gagal dalam menaklukkan tantangan kehidupan yang sangat sebentar ini. Kita hendaknya harus menyadari bahwa dalam memahami hakekat perasaan adalah sebuah perjuangan. Berjuang untuk meraih kehidupan baik yang abadi. Inilah inti pesan dari firman Allah yang berbunyi, “Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan penuh susah payah menuju Tuhanmu, Maka pasti kamu akan menemui-Nya. (maka jangan sampai saat kembali kepada Allah, balasannya yang diterima adalah siksaan).” (Al – Insyiqaq: 6) Dapat dipahami, sikap selalu siap menelan pil pahit perjuangan demi meraih kehidupan baik yang sesuai dengan Al Qur’an dan As-Sunnah adalah sikap yang benar dalam menghadapi tantangan kehidupan. Sangat mustahil jika kita mengharapkan perjalanan hidup ini selalu manis tanpa halangan dan rintangan. Yang penting, bagaimana halangan dan rintangan tersebut menjadi peluang-peluang yang positif untuk meraih kehidupan yang baik dan sukses. kebosanan bisa membuat kita lebih kreatif dan produktif Kebosanan adalah sesuatu yang harus dilewatkan dengan sesuatu yang positif melalui beragam hal menarik seperti pengalaman penulis  apakah touring berkendaraan bermotor ke daerah pelosok,pantai,pulau kecil,menonton film, berolahraga karate dan sebagainya. Kejenuhan bukanlah musuh abadi namun bisa memunculkan kreatifitas baru yang kadangkala tak terduga sebelumnya. Sebaliknya, rasa bosan dan menganggur, adalah untuk pribadi yang malas dan tak punya tujuan akhirnya menambah beban pikiran. Rasa bosan biasanya sering diistilahkan dengan ketumpulan mental dan tak memiliki impian atau keinginan. Di tengah masyarakat global baik di kota maupun desa di Indonesia yang melihat kebahagiaan dan cara pandang yang positif sebagai bagian dari produktivitas, orang-orang yang merasa bosan dianggap tidak bahagia. Permasalahan ini bias dicarikan suatu solusi yang murah meriah bila kita menghendaki adanya perubahan dalam diri kita sendiri apakah melihat orang lain, belajar dari yang lebih ahli dan pengalaman. Banyak dari ide-ide terbaik kita justru muncul pada saat kita sedang tidak melakukan apa-apa, seperti dalam perjalanan ke kantor, atau sedang mandi, atau saat berjalan. Bahkan, kita mungkin paling kreatif saat sedang bosan. Dalam penelitian di Pennsylvania State University, psikolog Karen Gasper dan Brianna Middlewood menemukan bahwa peserta yang merasa bosan justru mendapat hasil yang lebih baik dalam tes kreativitas daripada orang-orang yang merasa santai atau lega. Bagian paling membosankan dari pekerjaan kita memiliki potensi untuk memunculkan kreativitas, yang mungkin mengejutkan kita. mengatasi kebosanan dianjurkan : Kebosanan mungkin juga membuat PNS lebih produktif. kebosanan membantu memulihkan persepsi bahwa aktivitas seseorang bermakna dan penting". kebosanan adalah "situasi yang dibutuhkan" dan bisa membantu memotivasi kita menyelesaikan tugas-tugas. "Tanpa adanya kebosanan, orang akan terjebak dalam situasi yang tidak mengenakkan, dan kehilangan banyak pengalaman yang memperkaya secara emosional, kognitif, dan sosial. "Kebosanan adalah peringatan bahwa kita tidak melakukan apa yang sebenarnya ingin kita lakukan dan sebuah 'dorongan' yang memotivasi kita untuk mengubah tujuan dan proyek." Bagi banyak PNS menemukan waktu untuk menjadi bosan tentu sulit, dan mungkin terasa sebagai cara bermalas-malasan, namun bosan adalah inspirasi terbaru maka  kreatifitaslah yang muncul dalam benak setiap individu. Seperti yang dikatakan Peng Kheng Sun bahwa “Kita akan menikmati kepuasan bekerja yang maksimal dengan menjadikan pekerjaan sebagai hobi”. Dalam bekerja maka kita harus memiliki kepuasan bekerja lebih banyak bergantung pada diri kita, dari pada pekerjaan yang kita lakukan. Kita bisa memilih pekerjaan yang cocok dengan kita. kita Bisa menemukan atau juga menciptakan kepuasan dalam pekerjaan yang sedang kita lakukan. Kesempatan kita sangat besar untuk memiliki kepuasan yang tinggi. Solusi dan kreatifitas baru Upaya mencari tahu penyebab jenuh/bosan perlu dengan mengidentifikasi masalah mana yang sebenarnya menyebabkan hal tersebut. Jika pekerjaan menuntut PNS selalu mengerjakan hal yang sama setiap hari berulang kali, wajar jika terjadi kejenuhan. Pekerjaan yang tak menimbulkan tantangan, seringkali membuat jadi tak mampu berinovasi. Jenuh juga bisa dipicu oleh lingkungan kerja yang begitu-begitu saja. Misalnya mendiami ruangan kerja yang tak ada perubahan, baik dari segi tata letak maupun dekorasi. Orang yang overqualified akan merasa tak tertantang dengan pekerjaan yang terlalu mudah. Begitu juga dengan orang yang sulit beradaptasi dengan tugas yang terlalu berat, akan merasa lelah dengan beban dan tanggung jawab yang diberikan.  Selain yang bersifat interpersonal, jenuh juga bisa dipicu hubungan antarpersonal yang dikembangkan dalam lingkungan kerja. Jika di lingkungan pekerjaan kerap ditemui konfrontasi yang tak kondusif, atasan yang kerap bersilang pendapat, instruksi atau strategi organisasi yang tak pernah sampai ke bawahan, jika  Tak harus ganti pekerjaan Mengetahui diri mulai kehilangan gairah dalam bekerja, bukan lantas harus mengganti pekerjaan. Penundaan pekerjaan beberapa saat benar-benar bisa membuat otak kita lebih inventif. Mencari tahu dulu, jenuh itu  karena apa? Jika masalahnya adalah pekerjaan yang terlalu rutin di kantor, sesekali melakukan variasi kecil dalam pekerjaan. Kita bisa memanfaatkan beberapa menit untuk beristirahat setelah bbeberapa jam di depan komputer, misalnya berbincang dengan rekan satu ruangan sejenak. membahas hal yang menarik lain selain yang kesehariaan,lebih santai seperti bertukar informasi belanja, membicarakan Si Kecil, menanyakan di mana ia membeli aksesori, dan lainnya. Sedangkan untuk mengatasi jenuh yang disebabkan lingkungan fisik kantor, bisa dengan menata ulang meja kerja. Meletakkan benda-benda yang berhubungan dengan hobi di sudut meja, bisa memberi nuansa berbeda.  bekerja di dunia kreatif juga bisa menata ulang jadwal maupun prioritas sehari-hari. Seorang salesman yang selalu datang pagi ke kantor, mengunjungi klien lalu kembali ke kantor, bisa mengubah rute perjalanannya. Jika memahami kejenuhan disebabkan hilangnya makna bekerja, perlu menata ulang makna pekerjaan. ”Umumnya, pekerjaan yang sesuai dengan minat tak akan mudah menimbulkan kejenuhan,”.   Ikuti prosedur Kadangkala, masalah kejenuhan tak bisa diselesaikan sendiri dengan mengubah mindset, kebiasaan, atau dekorasi meja kerja.  Kebiasaan bekerja dengn senang hati adalah kebiasaan bekerja paling efektif bila ingin mencapai hasil yang maksimal dalam bekerja kita perlu memiliki rasa senang dalam bekerja. Semakin kita senang dalam bekerja semakin besar pula peluang kita bekerja dengan baik. Cara kreatif menemukan dan mempertahankan rasa senang diantaranya adalah bersikap positif. Berpikir positif disini memberikan arti bahwa masalah memberikan kita kesempatan membuat kemajuan, masalah membuat kita semakin kuat, Masalah memberikan kita pengalaman yang berharga, masalah mendorong kita berfikir kreatif, masalah memberikan kita berusaha lebih keras, menghadapi rutinitas dengan kreativitas, mengatasi tekanan pekerjaan dengan kopetensi, Menghadapi pengawasan dengan kepercayaan diri, Kita harus menghargai pekerjaan kita, Menghadapi hukuman dengna sikap mau belajar,Mengatasi kesulitan bekerja dan Menggali manfaat bekerja makin membosankan pekerjaan yang Anda lakukan maka kreativitas akan makin meningkat. Saat bosan kita akan melamun dan bonusnya makin banyak waktu untuk pikiran berimajinasi, Menurut Dr. Sandi Mann, melamun bisa membentuk pola pikir lateral yang membantu dalam memecahkan masalah. Melamun dapat mengubah rasa bosan atau jenuh dalam pikiran. sehingga Anda menjadi lebih siap mengatasi masalah atau pekerjaan yang sudah menanti. Selain berfikir positif cara kreatif menciptakan rasa senang dalam bekerja adalah : Memadukan bekerja dengan bermain Memadukan bekerja dengan hobi Memiliki rasa humor yang tinggi terhadap pekerjaan Memasang target Menciptakan rekor pribadi Menemukan kegiatan yang menyenangkan Mencari teman yang cocok untuk berbagai pengalaman kerja “Kebanyakan pekerjaan tidaklah mudah, kecuali kita membuatnya mudah”. Ada dua tipe orang bekerja. Pertama orang yang tampak begitu mudah melakukan pekerjaan mereka dan orang yang tampak sulit melakukan pekerjaan  mereka. Agar bisa menyukai suatu pekerjaan, kita perlu  menemukan dan menciptakan hal-hal yang mudah dalam melakukan pekerjaan tersebut. Padatnya rutinitas itu, tentu saja bisa mendatangkan rasa stres dan jenuh. Namun, bukan perempuan masa kini kalau tidak punya cara kreatif untuk menangkal rasa stres. Berikut ini beberapa cara unik hilangkan jenuh: Tidur Siang Meski sebentar, tidur siang adalah hal yang sangat memengaruhi tingkat stres yang dirasakan para ibu. Kalau lagi di kantor, waktu untuk bisa dapat waktu tidur siang biasanya setelah beribadah. Bikin Kue Sehari-hari bikin masakan rumahan, kini jadi berganti masak kue yang kekinian seperti vidio memasak yang muncul di social media. Membuat makanan yang berbeda ternyata menjadi salah satu cara untuk usir stres. Manjakan Diri Pergi ke salon atau belanja menjadi cara yang selalu berhasil untuk menghilangkan stres. Merasakan service massage dan perawatan kecantikan lain juga bisa mengendurkan otot-otot dan pikiran yang tegang. Bersosialisasi Pergi bersama teman-teman ke restoran kesukaan. Menghabiskan waktu bersama teman, menjadi salah satu cara mengusir stres yang mengganggu. Saling berbagi unek-unek, baik cerita sedih maupun lucu yang sekiranya bisa melegakan. Kegiatan ini pun terbukti bisa mengembalikan energi untuk kembali mengemban tugas sebagai ibu rumah tangga. Berolahraga Olahraga membuat raga sehat sesuai dengan usia, juga menjadi salah satu cara mengusir stres dan rasa jenuh. Selain menyehatkan badan, kegiatan ini juga jadi momen bertemu dengan orang-orang berbeda yang selama ini ditemui dikantor atau lingkungan rumah. Penulis sendiri sebagai pelatih bela diri karate telah membuktikan khasiat berolahraga secara rutin dengan fakta jarang dihinggapi rasa jenuh meskipun aktivitas sangat banyak selain menjadi widyaiswara di BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tradisi tiada hari tanpa olahraga mutlak dilakukan meskipun waktunya hanya singkat menyesuaikan dengan usia dan kondisi fisik, kebugaran adalah rezeki yang melimpah didapatkan tanpa biaya mahal. Nonton Film Buat perempuan yang suka dengan film-film Korea, tentu aktivitas menonton adalah hal yang paling menyenangkan. Begitu juga dengan genre film yang lain. Nonton tak melulu di bioskop, kamu juga bisa nonton dari televisi di rumah. Apalagi kalau nonton dengan TV LED Cinemax Polytron, selain teknologi layar dan sound-nya yang canggih. Liburan Bersama Keluarga Menghabiskan waktu bersama keluarga dengan berlibur, bisa menjadi solusi pereda stres untuk pns karena yang bekerja penuh dari hari senin sampai dengan jumat. Memilih lokasi yang nyaman dan berpemandangan indah, membuat mata dan pikiran terhibur serta menghilangkan stres. Selain itu walaupun tidak pergi ke luar rumah / luar kota, menghabiskan waktu di rumah sambil bercengkerama dengan anggota keluarga membuat aktifitas bercocok tanam ringan disekitar pekarangan bias memberikan arti bagi kehidupan. Nuansa kebersamaan  dapat dilakukan dalam menciptakan kreatifitas baru, murah, mudah  dan menarik tentu memunculkan semangat dan ide berkreasi di saat 8 Kunci meningkatkan kreatifitas ketika suasana membosankan : Tingkatkan kreatifitas dengan mendesain kantor dengan suasana baru Aktivitas baru Kerjakan proyek yang baru Olahraga Lakukan evaluasi terhadap kinerja Tingkatkan kreatifitas dengan beristirahat Mintalah bantuan pada rekan kerja Meningkatkan kreatifitas dengan tertawa Hasil kreatifitas yang bermanfaat Tampilan yang berbeda pastinya akan membawa perubahan untuk hidup, selain lebih semangat menjalani hari, perubahan penampilan bisa membuat tampil lebih menarik dan meraih berbagai kesempatan baru. Kreatifitas yang bermanfaat selama masa jenuh dari seorang PNS akan memberikan dampak berbalik dari bayangan sebelumnya dengan hal-hal lucu dan bahan humor, misalnya : Saking bosannya, seseorang membuat pisang yang biasanya kuning atau hijau dan pencil menjadi putih, mengunakan kertas koereksi untuk menyelimutinya.  2.  Dengan coreat-coretan kreatif, sendok dan garpu pun bisa berubah menjadi karakter-karakter unik. Coretan-coretan pulpen sukses membuat ilustrsi lapangan juga anggota tubuh si lalat. 3.    Menggambar sembarangan tapi terarah 4.    Menulis apa saja sesuka perasaan yang ada namun santun 5.    Memfoto apa saja yang dijumpai 6.   Mengotak atik pekerjaan yang pernah di lakukan   Fakta dalam lingkungan BKPSDMD          Secara empiris penulis melakukan osbervasi secara langsung namun tersembunyi, selama 2 bulan, bahwa telah terjadi kebosanan alias jenuh meskipun persentase di bawah 10 %. Penyebabnya tidak lain adalah : Kurangnya semangat dalam beradu kompetensi Perhatian pimpinan masih lemah dalam memberikan perhatian Tantangan untuk berinovasi tidak ada Realita rutinitas pekerjaan monoton Kesempatan karir terbatas Keakraban sesama PNS dan PHL terlihat berkelompok Referensi : York University -health.detik.com  © 2018 Akhwatmuslimah.com  https://megapolitan.kompas.com/read/2009/05/07/20062583/mengatasi.rasa.jenuh.di.kantor ghiboo.com

Rachmat Bahmim Safiri,S.H., M.Si - WI Madya BKPSDMD Baca Selengkapnya