PANGKAL PINANG – 5 (lima) orang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII secara resmi diambil sumpah dan janjinya dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi PNS penuh di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Aula Natar Praja, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Selasa (29/9/2026).
Pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Babel, Fery Afriyanto mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Kehadiran para Pamong Praja Muda ini menandai babak baru estafet pengabdian birokrasi di Bumi Serumpun Sebalai, setelah mereka tuntas melalui masa percobaan kedinasan.
Dalam arahannya, Fery menegaskan bahwa pengucapan sumpah dan janji PNS bukanlah sekadar prosesi seremonial belaka. Lebih dari itu, sumpah tersebut merupakan ikrar suci di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, pimpinan, serta masyarakat yang menuntut integritas moral tanpa kompromi dalam setiap helai napas pengabdian.
Pelantikan PNS lulusan IPDN Angkatan XXXII ini mengusung tema strategis, yakni "Pamong Praja Muda sebagai Penggerak Birokrasi yang Responsif, Profesional, dan Akuntabel". Tema tersebut sengaja dipilih guna merawat esensi dasar seorang kader Pamong Praja agar tidak menjelma menjadi priyayi birokrasi, melainkan hadir sebagai pelayan publik sejati.
"Sebagai lulusan pendidikan kedinasan kepamongprajaan, saudara dibentuk bukan untuk menjadi priyayi birokrasi yang minta dilayani, melainkan menjadi pelayan masyarakat yang berdiri paling depan saat publik membutuhkan," tegas Fery saat membacakan sambutan.
Dimensi profesionalisme menuntut para aparatur muda untuk mengeksekusi kebijakan secara presisi berbekal kompetensi kependinasan. Adapun aspek akuntabilitas mewajibkan setiap rupiah anggaran negara dan keputusan administratif dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, moral, dan transparan kepada publik.
Di tengah era keterbukaan informasi dan masifnya arus media sosial, Fery juga memberikan peringatan keras agar para pamong praja muda senantiasa membentengi diri dari perilaku menyimpang. Ia menyoroti fenomena gaya hidup mewah atau flexing di dunia maya yang kerap menjadi sorotan tajam serta menggerus kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
"Jauhi perilaku flexing di media sosial. Tunjukkan kesederhanaan, empati, dan kepedulian sosial, karena kehormatan seorang ASN tidak diukur dari apa yang ia pamerkan, melainkan dari seberapa besar manfaat kehadirannya bagi rakyat," pesan Fery.
Selain gaya hidup, netralitas birokrasi menjelang dinamika politik turut menjadi penekanan utama. Fery mewanti-wanti agar para PNS baru tidak sekali-kali mengorbankan integritas karier jangka panjang demi terseret dalam arus kepentingan politik praktis, serta menjauhi segala bentuk tindakan koruptif maupun pungutan liar.
Menutup sambutan, Fery menitipkan 4 (empat) pesan motivasi penting, mulai dari keberanian berinovasi menembus rutinitas birokrasi linier, menjaga kerendahan hati untuk terus belajar kepada senior, memperkuat kolaborasi lintas sektor antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga mencintai tanah Kepulauan Bangka Belitung sebagai ladang ibadah.
Bertindak sebagai saksi pada pengambilan sumpah/janji ini, yakni Sekretaris BKPSDMD Babel, Yusandri dan Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Informasi Kepegawaian dan Kompetensi ASN (PPIKK), Irsan Saputra, serta dihadiri oleh para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung