PANGKAL PINANG — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjalani visitasi akreditasi Diklat Teknis Penanggulangan Bencana Dasar Manajemen Bencana (DMB), Selasa (29/9/2026). Visitasi dilakukan oleh Tim Asesor dan Sekretariat Akreditasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penilaian terhadap penyelenggaraan diklat kebencanaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Agenda visitasi dihadiri Kepala BKPSDMD Babel Dora Wardani, jajaran BKPSDMD Babel, Tim Penjamin Mutu, serta Tim Visitasi BNPB yang dipimpin Analis Pengembangan Kompetensi ASN Ahli Madya, R. Theodora Eva Yuliana Aritonang selaku Asesor.

Kepala BKPSDMD Babel Dora Wardani mengatakan visitasi akreditasi memiliki arti penting bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan diklat. Menurutnya, akreditasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat mutu penyelenggaraan diklat kebencanaan secara berkelanjutan.

“Akreditasi ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan cermin dari komitmen kita bersama untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan diklat kebencanaan di daerah kita,” kata Dora saat memberikan sambutan di ruang kelas Tanjung Tinggi, BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dora menambahkan, BKPSDMD Babel telah mempersiapkan berbagai unsur pendukung visitasi, mulai dari dokumen akreditasi, penjamin mutu, pengelola dan penyelenggara diklat, sistem informasi kediklatan, widyaiswara hingga alumni. Kesiapan tersebut diharapkan dapat mendukung proses penilaian secara menyeluruh.

Ia juga berharap proses visitasi menghasilkan masukan yang konstruktif bagi pengembangan penyelenggaraan Diklat Dasar Manajemen Bencana. “Kami berharap kehadiran Tim Asesor dapat memberikan masukan yang membangun, sehingga penyelenggaraan Diklat Dasar Manajemen Bencana di BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat semakin baik di masa mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Visitasi BNPB R. Theodora Eva Yuliana Aritonang menegaskan bahwa proses visitasi tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, aspek yang lebih penting adalah memastikan penyelenggaraan pelatihan memberikan dampak nyata terhadap kesiapan daerah dalam menghadapi bencana.

“Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi keberdampakan. Kita ingin Bangka Belitung menjadi daerah yang tangguh. Walaupun sejauh ini Bangka Belitung belum pernah mengalami kondisi yang terlalu parah seperti daerah lain, kita tetap harus siap menghadapi kondisi terburuk,” ujar Theodora.

Ia menjelaskan, pelatihan kebencanaan pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pengetahuan mengenai bencana. Lebih jauh, pelatihan tersebut diarahkan untuk memastikan ASN memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk ketika menghadapi situasi kebencanaan.

“Pelatihan kebencanaan bukan hanya menyampaikan tentang kebencanaan. Intinya adalah bagaimana ASN dapat memberikan pelayanan yang kompeten. Karena itu, kami di sini untuk mengonfirmasi bahwa kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan sudah sesuai dengan ketentuan dan sebagaimana mestinya,” katanya.

Dalam proses visitasi, Tim Asesor BNPB melakukan peninjauan terhadap berbagai unsur penyelenggaraan dengan didampingi Tim Akreditasi BKPSDMD Babel. Proses tersebut menjadi kesempatan untuk memvalidasi kesesuaian antara dokumen yang telah disampaikan dengan kondisi penyelenggaraan di lapangan, sekaligus mengonfirmasi sejumlah hal yang masih diperlukan dalam proses penilaian.

Visitasi akreditasi diharapkan tidak hanya menghasilkan penilaian terhadap penyelenggaraan Diklat Teknis Penanggulangan Bencana Dasar Manajemen Bencana, tetapi juga memperkuat sistem penjaminan mutu dan pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bagi BKPSDMD Babel, proses tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan penyelenggaraan diklat yang semakin berkualitas, relevan, dan berdampak bagi pelayanan publik.

Usai pembukaan dan paparan, rangkaian visitasi hari ini dilanjutkan dengan melihat kondisi di lapangan, pemeriksaan dokumen, wawancara, dan penyusunan berita acara. Penyampaian hasil dan Berita Acara Visitasi diagenda di hari berikutnya.